- SALURKAN DONASI ANDA DEMI KEMAJUAN WEBSITE INI - BANGIL [dot] INFO HADIR DENGAN DUKUNGAN ANDA
headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Bangil Online versi kedua - HELP: Anda memiliki foto - foto seputar kota bangil, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silakan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@bangil.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi tentang kota bangil di dunia maya.**
rss.jpg rss.jpg 

Warga Bangil Berharap Penanganan Sampah Tidak Lambat

Senin, 8 Februari 2010 13:38:00 - oleh : admin

Space Iklan

Terlambatnya penanganan pembuangan sampah juga memantik reaksi warga lain. Ketua RT 03 Kersikan, Chairil Muhlis mengaku kecewa dengan keterlambatan itu.

Ia bahkan beberapa kali meminta komentar warga dan merekam komentar itu dengan handycam. "Kami ingin benar-benar valid datanya. Makanya kami gali dari mulut warga sendiri," cetus Muhlis sambil menunjukkan rekaman handycam itu.

Hasil rekaman itu intinya, warga mengeluhkah lambatnya pengangkutan sampah. Bahkan ada yang beberapa hari, sampah menumpuk di rumah masing-masing.

Penyebabnya, sampah tidak diangkut. Menunggu sampai sampah di Segok habis. "Bahkan di antara warga ini ada yang mengaku harus mengeluarkan uang solar untuk sopir pengangkut. Karena kami ingin truk ini bisa mengangkut sampah sesuai harapan," terang Muhlis menirukan ucapan Salim, warga lainnya.

Salim sendiri adalah Ketua RT 08 Bendomungal, Bangil. Salim mengaku di kelurahannya juga sering terjadi keterlambatan pengangkutan sampah. Baik sampah kering maupun basah.

"Jadi, kami mohon pada petugas terkait untuk bisa disiplin. Kami sudah membayar sesuai dengan kesepakatan. Tapi, hak kami agar sampah ini bisa diangkut lebih cepat masih menjadi kendala," tegasnya.

Pengangkut sampah warga dikatakannya, biasanya mengangkut melalui gerobak. Para penarik sampah biasanya diberi imbalan Rp 100 ribu per RT. Kadang satu penarik bisa membuang sampah sampai 5 RT. Sehingga, dalam satu bulan bisa mendapatkan bayaran sekitar Rp 500 ribu.

"Sampah-sampah warga kita kumpulkan di Segok. Lalu dari Segok itulah diangkut lewat truk. Kalau di Segok macet belum diangkut, ya di sini juga macet," tutur Samilun, salah satu pengangkut sampah.

Sebagai warga, Muhlis dan Samilun berharap kejadian dua pekan lalu tidak terjadi lagi. Muchlis mengusulkan, jika persoalannya ada pada sopir yang kekurangan uang solar, maka ia meminta agar pihak BLH dan DPRD mengusulkan subsidi untuk pengangkutan sampah. Khususnya jatah solar truk pengangkut sampah.

"Terutama waktu-waktu lebaran dan banjir, sampah di sini sudah sangat parah. Menumpuk. Lha, ini kalau tidak disikapi serius, kasihan warga," terangnya.

Soal kekurangan jatah solar ini sempat dibantah Kepala BLH Luli Noermadiono. "Kalau ada bukti ada tarikan uang solar, silakan laporkan ke saya. Saya sudah intruksikan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat warga," tegas Luly. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Bangil" Lainnya

  Close Ads
Mudik Senyum Indosat 2010