Warga Bangil Berharap Penanganan Sampah Tidak Lambat
Terlambatnya penanganan pembuangan sampah juga memantik reaksi
warga lain. Ketua RT 03 Kersikan, Chairil Muhlis mengaku kecewa dengan
keterlambatan itu.
Ia bahkan beberapa kali meminta
komentar warga dan merekam komentar itu dengan handycam. "Kami ingin
benar-benar valid datanya. Makanya kami gali dari mulut warga sendiri,"
cetus Muhlis sambil menunjukkan rekaman handycam itu.
Hasil
rekaman itu intinya, warga mengeluhkah lambatnya pengangkutan sampah.
Bahkan ada yang beberapa hari, sampah menumpuk di rumah masing-masing.
Penyebabnya,
sampah tidak diangkut. Menunggu sampai sampah di Segok habis. "Bahkan
di antara warga ini ada yang mengaku harus mengeluarkan uang solar
untuk sopir pengangkut. Karena kami ingin truk ini bisa mengangkut
sampah sesuai harapan," terang Muhlis menirukan ucapan Salim, warga
lainnya.
Salim sendiri adalah Ketua RT 08 Bendomungal,
Bangil. Salim mengaku di kelurahannya juga sering terjadi keterlambatan
pengangkutan sampah. Baik sampah kering maupun basah.
"Jadi,
kami mohon pada petugas terkait untuk bisa disiplin. Kami sudah
membayar sesuai dengan kesepakatan. Tapi, hak kami agar sampah ini bisa
diangkut lebih cepat masih menjadi kendala," tegasnya.
Pengangkut
sampah warga dikatakannya, biasanya mengangkut melalui gerobak. Para
penarik sampah biasanya diberi imbalan Rp 100 ribu per RT. Kadang satu
penarik bisa membuang sampah sampai 5 RT. Sehingga, dalam satu bulan
bisa mendapatkan bayaran sekitar Rp 500 ribu.
"Sampah-sampah
warga kita kumpulkan di Segok. Lalu dari Segok itulah diangkut lewat
truk. Kalau di Segok macet belum diangkut, ya di sini juga macet,"
tutur Samilun, salah satu pengangkut sampah.
Sebagai
warga, Muhlis dan Samilun berharap kejadian dua pekan lalu tidak
terjadi lagi. Muchlis mengusulkan, jika persoalannya ada pada sopir
yang kekurangan uang solar, maka ia meminta agar pihak BLH dan DPRD
mengusulkan subsidi untuk pengangkutan sampah. Khususnya jatah solar
truk pengangkut sampah.
"Terutama waktu-waktu lebaran dan
banjir, sampah di sini sudah sangat parah. Menumpuk. Lha, ini kalau
tidak disikapi serius, kasihan warga," terangnya.
Soal
kekurangan jatah solar ini sempat dibantah Kepala BLH Luli Noermadiono.
"Kalau ada bukti ada tarikan uang solar, silakan laporkan ke saya. Saya
sudah intruksikan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat
warga," tegas Luly. (jawapos.com)








