- SALURKAN DONASI ANDA DEMI KEMAJUAN WEBSITE INI - BANGIL [dot] INFO HADIR DENGAN DUKUNGAN ANDA
headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Bangil Online versi kedua - HELP: Anda memiliki foto - foto seputar kota bangil, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silakan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@bangil.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi tentang kota bangil di dunia maya.**
rss.jpg rss.jpg 

Seputar Haul Guru Bangil KH M Syarwani Abdan

Senin, 8 Februari 2010 13:37:22 - oleh : admin

Space Iklan

Ribu jamaah memadati Ponpes Datuk Kalampayan, Bangil. Sejak Sabtu malam hingga Minggu siang kemarin (7/2) ponpes yang didirikan KH M Syarwani Abdan ini bak lautan manusia serba putih. Mereka rata-rata datang dari wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sebagian wilayah Bangil.

Tidak hanya masyarakat umum Kalsel yang hadir. Para pejabatnya juga tampak di tengah mereka. Di antaranya, Gubernur Kalsel Rudy Arifin, Wagub HM Rosehan, Wali Kota Banjarmasin Ahmad Yudi Wahyu. Hadir juga Bupati Banjar Martapura Choirul Sholeh dan Wabupnya Chatim Salman. Berdasar data di panitia hadir juga Bupati Tapin HM Fauzi, Wakil Wali Kota Samarinda Sahari Jaang. Bahkan, juga ada beberapa pejabat perwira TNI yang pernah berguru pada guru Bangil ini seperti, Mayjend Kav Santoso dan Marsekal Malik dari Mabes TNI.

Sejak malam hari, lantunan pembacaan maulid Simtuddurrar berkumandang di area ponpes. Lantunan maulid ini kembali menggema ketika para jamaah dari Banjar, Kalsel datang pada pagi hari. Deretan bus jamaah dan ziarah Wali Songo plus juga ikut berkhidmat pada kiai yang disebut sebagai Guru Bangil ini.

"Dibanding haul tahun lalu, mungkin haul tahun ini jumlah jamaahnya lebih banyak," ujar Moh Yunus, salah satu panitia haul ke-21 KH M Syarwani Abdan ini.

Ulasan tentang sosok KH M Syarwani Abdan diutarakan ustad H Wahbi. Wahbi sendiri adalah cucu dari almaghfurlah KH M Syarwani Abdan. (Alm) Kiai Syarwani dilahirkan di kota kecil pinggiran Martapura, Kalsel. Ia dikenal kerap mengajarkan kitab-kitab salaf di ponpes. Termasuk pembacaan Maulid Simtuddirrar dan burdah. Kiai Syarwani juga tercatat sebagai ulama yang pertama kali mengenalkan dan mengamalkan kita Maulid Simtuddirrar kepada warga Banjar pada 1960-1970. Dan pada akhirnya, Kiai Syarwani memilih kota Bangil, Pasuruan untuk menyebarkan ilmunya dengan mendirikan Pondok Datuk Kalampayan. Nama Datuk Kalamapayan adalah nama datuknya. Nama asli Datuk Kalampayan sendiri adalah Allimu Allamah Assyech Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Sehingga, dengan adanya pertautan ini, banyak warga Banjar dan Kalsel umumnya yang mengagumi sosok KH M Syarwani. Bahkan, sampai ponpes ini diamanatkan pada putranya, KH Kasyful Anwar, haul kiai Syarwani tetap membeludak.

Membeludaknya jamaah bisa dilihat dari jumlah jamaah yang memadati jalan Kelurahan Kauman Bangil sejauh 1,2 km. Juga bisa dilihat dari deretan ratusan bus mulai dari Pegadaian sampai alun-alun Bangil. Bahkan, masih meluber sampai jalan menuju stasiun Bangil. "Kami mengenal beliau sebagai orang yang khumul (low profile). Lalu, ihlas dan istiqamah," terang Yasin, salah satu jamaah.

Namun, ada yang sedikit berbeda soal acara haul pada tahun ini. Perbedaan itu bisa dilihat dari acara yang disuguhkan. Biasanya, seremonial acara ada sambutan dari Gubernur Kalsel, Bupati Pasuruan atau sambutan-sambutan lainnya. Namun, kemarin hanya ada pembacaan ayat suci Alquran, manakib (sepenggal kisah sosok KH M Syarwani) dan ceramah agama dari Habib Najib dari Solo.

Untuk hal ini, Moh Yunus sebagai panitia hanya menegaskan jika ponpes hanya ingin menjaga netralitas saja. Sebab, terdengar santer dari kalangan jamaah jika Gubernur Kalsel dan Wagubnya sedang berkompetisi untuk suksesi. Sehingga, Ponpes ingin berusaha merangkul semua jamaah, tanpa harus tereduksi oleh urusan suksesi. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Bangil" Lainnya

  Close Ads
Mudik Senyum Indosat 2010