Seputar Haul Guru Bangil KH M Syarwani Abdan
Ribu jamaah memadati Ponpes Datuk Kalampayan, Bangil. Sejak Sabtu malam
hingga Minggu siang kemarin (7/2) ponpes yang didirikan KH M Syarwani
Abdan ini bak lautan manusia serba putih. Mereka rata-rata datang dari
wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan sebagian wilayah Bangil.
Tidak
hanya masyarakat umum Kalsel yang hadir. Para pejabatnya juga tampak di
tengah mereka. Di antaranya, Gubernur Kalsel Rudy Arifin, Wagub HM
Rosehan, Wali Kota Banjarmasin Ahmad Yudi Wahyu. Hadir juga Bupati
Banjar Martapura Choirul Sholeh dan Wabupnya Chatim Salman. Berdasar
data di panitia hadir juga Bupati Tapin HM Fauzi, Wakil Wali Kota
Samarinda Sahari Jaang. Bahkan, juga ada beberapa pejabat perwira TNI
yang pernah berguru pada guru Bangil ini seperti, Mayjend Kav Santoso
dan Marsekal Malik dari Mabes TNI.
Sejak malam hari,
lantunan pembacaan maulid Simtuddurrar berkumandang di area ponpes.
Lantunan maulid ini kembali menggema ketika para jamaah dari Banjar,
Kalsel datang pada pagi hari. Deretan bus jamaah dan ziarah Wali Songo
plus juga ikut berkhidmat pada kiai yang disebut sebagai Guru Bangil
ini.
"Dibanding haul tahun lalu, mungkin haul tahun ini jumlah
jamaahnya lebih banyak," ujar Moh Yunus, salah satu panitia haul ke-21
KH M Syarwani Abdan ini.
Ulasan tentang sosok KH M Syarwani Abdan diutarakan ustad H Wahbi. Wahbi sendiri adalah cucu dari almaghfurlah KH M Syarwani Abdan. (Alm) Kiai Syarwani dilahirkan di kota kecil
pinggiran Martapura, Kalsel. Ia dikenal kerap mengajarkan kitab-kitab
salaf di ponpes. Termasuk pembacaan Maulid Simtuddirrar dan burdah.
Kiai Syarwani juga tercatat sebagai ulama yang pertama kali mengenalkan
dan mengamalkan kita Maulid Simtuddirrar kepada warga Banjar pada
1960-1970. Dan pada akhirnya, Kiai Syarwani memilih kota Bangil,
Pasuruan untuk menyebarkan ilmunya dengan mendirikan Pondok Datuk
Kalampayan. Nama Datuk Kalamapayan adalah nama datuknya. Nama asli
Datuk Kalampayan sendiri adalah Allimu Allamah Assyech Muhammad Arsyad
Al-Banjari.
Sehingga, dengan adanya pertautan ini, banyak
warga Banjar dan Kalsel umumnya yang mengagumi sosok KH M Syarwani.
Bahkan, sampai ponpes ini diamanatkan pada putranya, KH Kasyful Anwar,
haul kiai Syarwani tetap membeludak.
Membeludaknya jamaah
bisa dilihat dari jumlah jamaah yang memadati jalan Kelurahan Kauman
Bangil sejauh 1,2 km. Juga bisa dilihat dari deretan ratusan bus mulai
dari Pegadaian sampai alun-alun Bangil. Bahkan, masih meluber sampai
jalan menuju stasiun Bangil. "Kami mengenal beliau sebagai orang yang khumul (low profile). Lalu, ihlas dan istiqamah," terang Yasin, salah satu jamaah.
Namun,
ada yang sedikit berbeda soal acara haul pada tahun ini. Perbedaan itu
bisa dilihat dari acara yang disuguhkan. Biasanya, seremonial acara ada
sambutan dari Gubernur Kalsel, Bupati Pasuruan atau sambutan-sambutan
lainnya. Namun, kemarin hanya ada pembacaan ayat suci Alquran, manakib (sepenggal kisah sosok KH M Syarwani) dan ceramah agama dari Habib Najib dari Solo.
Untuk
hal ini, Moh Yunus sebagai panitia hanya menegaskan jika ponpes hanya
ingin menjaga netralitas saja. Sebab, terdengar santer dari kalangan
jamaah jika Gubernur Kalsel dan Wagubnya sedang berkompetisi untuk
suksesi. Sehingga, Ponpes ingin berusaha merangkul semua jamaah, tanpa
harus tereduksi oleh urusan suksesi. (jawapos.com)








