Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Dermo Bangil
Peristiwa pembuangan bayi kembali terjadi di Pasuruan. Kali ini yang
menemukan adalah Juariah, 45, warga Jl Tongkol Kelurahan Dermo,
Kecamatan Bangil. Pagi kemarin ia mendapati orok laki-laki tiba-tiba
ada di meja teras depan rumahnya.
Pagi itu sekitar pukul
03.30, Juariah yang tinggal bersama suami dan anaknya mendengar suara
tangisan bayi. "Suara tangisan itu cukup keras. Tapi waktu mau melihat
keluar, saya sedikit takut," katanya saat ditemui di rumahnya.
Selang
beberapa menit, Juariah akhirnya memberanikan diri untuk melihat. Ia
meminta sang anak untuk menemaninya melihat. Dengan mata masih
mengantuk, Juariah lalu mencari sumber suara tangisan. Dan alangkah
terkejutnya Juariah ternyata di atas meja teras rumahnya, ia melihat
sesosok tubuh mungil berbalut kain sarung.
Juariah tentu saja
terkejut. Ia menduga orok yang belum terpotong tali pusarnya itu
sengaja ditaruh di depan rumahnya sesaat setelah dilahirkan. "Bayi itu
terlihat kedinginan. Saya langsung menggendongnya lalu menyuruh anak
saya memanggil Pak RT," katanya.
Ketika itulah warga di
Jl Tongkol langsung berkumpul. Kabar penemuan bayi itu merebak luas
sehingga pagi itu rumah Juariah dibanjiri orang. Apalagi di pagi hari
itu, warga juga sedang bersiap-siap untuk melakukan salat subuh.
Perangkat
kelurahan setempat pun langsung datang. Termasuk petugas Polsek Bangil.
Karena kondisi bayi baru lahir, petugas dan perangkat kemudian membawa
bayi berkulit bersih itu ke RSUD Bangil.
Di sana bayi tersebut langsung ditangani tim medis di ruang bayi dan anak. Tubuh bayi mungil itu lalu dibawa ke ruangan invant warm untuk dimasukkan inkubator. Tali pusar yang masih melekat kemudian
dipotong. Ia juga diberi susu formula untuk menyehatkan kondisinya.
"Bayi
ini baru saja dilahirkan. Sebab tali pusarnya belum dipotong. Apalagi
di kepalanya bercak darah masih segar menempel," ujar Kholifah, kepala
ruang bayi dan anak RSUD Bangil.
Di RSUD Bangil, bayi
yang masih belum memiliki nama itu menjadi perhatian para perawat di
ruangan bayi dan anak. Setelah di tempatkan di inkubator, bayi itu
kemudian ditimbang dan diukur berat badannya. "Beratnya 2,5 kilogram
dan panjangnya 45 centimeter. Bayi itu sehat dan tidak ada kecacatan di
tubuhnya," tambah Kholifah.
Ditanya tentang bagaimana
jika ada orang yang ingin mengasuh bayi tersebut, Kholifah menyebut
kalau ada yang tertarik untuk menjadi orangtua asuhnya, harus menjalani
prosedur dahulu.
"Misalnya menemui direktur rumah sakit
dahulu. Nanti proses adopsinya bisa dilakukan setelah rumah sakit
menilai," jelas Kholifah. (jawapos.com)








