Eks Gedung RSUD Bangil Strategis untuk Perkantoran
Sejak tidak digunakan untuk tempat aktivitas RSUD Bangil, gedung eks
RSUD di Jl dr Sutomo kini beralih fungsi. Sebagian ruangan kini
dimanfaatkan oleh beberapa instansi. Namun hingga kini status eks
gedung RSUD tersebut belum jelas. Apakah benar-benar akan dijadikan
kompleks perkantoran atau tidak.
Menurut pengamatan Radar Bromo,
saat ini ada tiga instansi yang memanfaatkan eks gedung RSUD itu.
Yakni, UPT Pemadam Kebakaran, PMI dan posko Kebersihan Bangil. Tiga
instansi ini menempati ruangan di bagian depan. Namun tidak diketahui
sampai kapan tiga instansi ini menempati eks RSUD itu.
Yang
jelas, beberapa staf tiga instansi itu mengakui, lokasi eks gedung RSUD
sangat strategis untuk kompleks perkantoran. Seperti yang diungkapkan
Mauludiyar, komandan pleton PMK Kabupaten Pasuruan.
"PMK sendiri
merasa pemakaian gedung ini untuk kantor PMK sangat strategis.
Lokasinya berada di pinggir jalan. Selain itu, gedung ini terletak di
tengah-tengah kawasan Kabupaten Pasuruan. Jadi apabila ada kebakaran,
kami bisa menjangkau. Apalagi mobil PMK bisa langsung meluncur ke jalan
raya," terangnya.
Salah satu petugas PMI yang tidak mau namanya
disebut membenarkan hal itu. Menurutnya, banyak manfaat yang dirasakan
PMI setelah menempati gedung itu. Selain bangunannya masih bagus,
lokasinya juga strategis.
Kabar terakhir menyebutkan, ke depan
Pemkab Pasuruan sendiri berencana memakai eks gedung RSUD untuk kantor
Dinas Kesehatan (Dinkes). Rencana itu mungkin ada benarnya. Ini bisa
dilihat dari papan proyek milik Cipta Karya di depan gedung. Isinya
menyebutkan, sedang ada pembanguan rehab gedung.
Total
nilainya sebesar Rp 435.102.000 yang digarap oleh konsultan CV Bangun
Adhitama. Proyek itu dikerjakan mulai 18 Agustus sampai 16 Desember
2009.
Namun meski sudah direhab, ada bagian gedung yang
terlihat tidak terawat. Misalnya di sisi Barat, bagian tengah. Di sana
ruangan yang berdekatan dengan musala banyak ditumbuhi rumput. Atap
bangunannya juga ada yang keropos. Bahkan karena terlihat kotor,
masyarakat sekitar menilai eks gedung RSUD angker.
"Dengar-dengar
katanya sih mau dirombak total. Tapi kok sampai sekarang belum ada
juga," kata salah seorang pegawai PMI yang enggan namanya dikorankan.
Menurutnya, akan mubazir jika ruangan di eks gedung RSUD itu tidak
dimanfaatkan semua.
Beberapa staf tiga instansi yang
menempati gedung tersebut mengaku tidak tahu kapan kantor Dinkes
dipindah ke tempat itu. Mereka juga tidak tidak tahu, apakah intansinya
bakal menetap atau tidak di gedung tersebut. (jawapos.com)








