- SALURKAN DONASI ANDA DEMI KEMAJUAN WEBSITE INI - BANGIL [dot] INFO HADIR DENGAN DUKUNGAN ANDA
headerphoto
** INFO GRESS -- " Welcome to Portal Bangil Online versi kedua - HELP: Anda memiliki foto - foto seputar kota bangil, ( yang tempoe doeloe atau sekarang ), silakan kirimkan ke redaksi kami di email: admin@bangil.info, mari bersama kita memajukan serta berbagi informasi tentang kota bangil di dunia maya.**
rss.jpg rss.jpg 

Warga Bangil Kecewa Penanganan Sampah BLH

Selasa, 2 Februari 2010 12:46:22 - oleh : admin

Space Iklan

Protes yang dilakukan para pengangkut gerobak sampah di Depo Transit Segok, memantik reaksi dari LSM. Ketua LSM Forum Peduli Masyarakat (FPM) Imron Rosyadi mengaku sangat kecewa dengan kinerja sopir truk dan kebijakan BLH.

"Selaku warga, kami menaruh kecewa dengan kinerja seperti ini," ujar Imron Rosyadi, kemarin (1/2). Warga Kelurahan Bendomungal, Bangil ini mengatakan, tidak diangkutnya sampah sampai berhari-hari sebenarnya bukan hanya sekali.

Menurut Imron, kasus ini sudah akumulatif kekecewaan dari warga. "Saya juga sudah lapor ke Pak Camat agar ini bisa diperhatikan. Tapi, juga tidak ada tindakan riil. Dan puncaknya terjadi kemarin itu," terangnya.

Sebagai warga Bangil ia merasa ada tuntutan agar keindahan dan kebersihan lingkungan terjaga di wilayah itu. Ini juga tuntutan agar piala Adipura bisa kembali diraih.

Imron lantas mencoba memberi alternatif solusi. Pertama, ia meminta pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) tegas memberi peringatan pada petugas di lapangan. Dalam hal ini sopir truk.

Kedua, ada jam dinas yang harus ditepati untuk mengangkut sampah warga. Yakni, pagi hari sejak pukul 07.00-12.00. "Bolehlah mengangkut sampah industri. Kami tahu, itu ada retribusi PAD di daerah. Tapi, tolong utamakan warga dulu. Masak ini sudah empat hari, sampai di gerobaknya ngeset begini kok dibiarkan," tegas Imron.

Imron pun bertanya, apakah ketidakdisiplinan pengakutan armada truk ini ada kaitannya dengan kurangnya armada atau kurangnya sopir. Hal ini juga harus bisa dimengerti warga.

"Sebaiknya ada pemilahan armada dan sopir. Untuk industri seharusnya ada armada dan sopir sendiri. Kalau untuk sampah milik warga, juga ada sopir dan armada sendiri. Bahkan, saya tanya warga paling tidak idealnya ada dua armada untuk mengangkut sampah di Segok itu," cetusnya.

Kepala BLH Luly Noermadiono mengaku sudah mendengar keluhan warga. Ia mendapatkan laporan, tidak terangkutnya sampah itu bukan empat hari. Melainkan empat jam. "Nah, pada saat sehari itu para sopir dikumpukan Kabid pada pagi hari. Jadi, ada keterlambatan pengangkutan pada hari itu. Saya kira bukan empat hari tidak diangkut. Tapi, empat jam," jawab Luly.

Karena itu, Luly meminta maaf pada warga di Bangil. Tapi, ia juga meminta perhatian dari warga agar terus sadar dalam menjaga kebersihan. "Saya lihat di daerah lain, seperti Beji dan Gempol, sudah ada kontainer sampahnya. Tapi masyarakat masih membuang sampah tidak pada kontainernya. Dan itu menumpuk di sebelahnya. Ini kan kasihan petugas kami. Ayo sama-samalah," keluh Luly. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Bangil" Lainnya

  Close Ads
Mudik Senyum Indosat 2010