Warga Bangil Kecewa Penanganan Sampah BLH
Protes yang dilakukan para pengangkut gerobak sampah di Depo
Transit Segok, memantik reaksi dari LSM. Ketua LSM Forum Peduli
Masyarakat (FPM) Imron Rosyadi mengaku sangat kecewa dengan kinerja
sopir truk dan kebijakan BLH.
"Selaku warga, kami menaruh
kecewa dengan kinerja seperti ini," ujar Imron Rosyadi, kemarin (1/2).
Warga Kelurahan Bendomungal, Bangil ini mengatakan, tidak diangkutnya
sampah sampai berhari-hari sebenarnya bukan hanya sekali.
Menurut
Imron, kasus ini sudah akumulatif kekecewaan dari warga. "Saya juga
sudah lapor ke Pak Camat agar ini bisa diperhatikan. Tapi, juga tidak
ada tindakan riil. Dan puncaknya terjadi kemarin itu," terangnya.
Sebagai
warga Bangil ia merasa ada tuntutan agar keindahan dan kebersihan
lingkungan terjaga di wilayah itu. Ini juga tuntutan agar piala Adipura
bisa kembali diraih.
Imron lantas mencoba memberi
alternatif solusi. Pertama, ia meminta pihak Badan Lingkungan Hidup
(BLH) tegas memberi peringatan pada petugas di lapangan. Dalam hal ini
sopir truk.
Kedua, ada jam dinas yang harus ditepati untuk
mengangkut sampah warga. Yakni, pagi hari sejak pukul 07.00-12.00.
"Bolehlah mengangkut sampah industri. Kami tahu, itu ada retribusi PAD
di daerah. Tapi, tolong utamakan warga dulu. Masak ini sudah empat
hari, sampai di gerobaknya ngeset begini kok dibiarkan," tegas Imron.
Imron
pun bertanya, apakah ketidakdisiplinan pengakutan armada truk ini ada
kaitannya dengan kurangnya armada atau kurangnya sopir. Hal ini juga
harus bisa dimengerti warga.
"Sebaiknya ada pemilahan armada
dan sopir. Untuk industri seharusnya ada armada dan sopir sendiri.
Kalau untuk sampah milik warga, juga ada sopir dan armada sendiri.
Bahkan, saya tanya warga paling tidak idealnya ada dua armada untuk
mengangkut sampah di Segok itu," cetusnya.
Kepala BLH
Luly Noermadiono mengaku sudah mendengar keluhan warga. Ia mendapatkan
laporan, tidak terangkutnya sampah itu bukan empat hari. Melainkan
empat jam. "Nah, pada saat sehari itu para sopir dikumpukan Kabid pada
pagi hari. Jadi, ada keterlambatan pengangkutan pada hari itu. Saya
kira bukan empat hari tidak diangkut. Tapi, empat jam," jawab Luly.
Karena
itu, Luly meminta maaf pada warga di Bangil. Tapi, ia juga meminta
perhatian dari warga agar terus sadar dalam menjaga kebersihan. "Saya
lihat di daerah lain, seperti Beji dan Gempol, sudah ada kontainer
sampahnya. Tapi masyarakat masih membuang sampah tidak pada
kontainernya. Dan itu menumpuk di sebelahnya. Ini kan kasihan petugas
kami. Ayo sama-samalah," keluh Luly. (jawapos.com)








